Dilema Larangan Usia Medsos: Menyeimbangkan Perlindungan Anak dan Masa Depan Investasi Digital

Dilema Larangan Usia Medsos: Menyeimbangkan Perlindungan Anak dan Masa Depan Investasi Digital   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Dilema Larangan Usia Medsos: Menyeimbangkan Perlindungan Anak dan Masa Depan Investasi Digital Anto Kurniawan Rabu, 25 Februari 2026 – 17:24 WIBloading… Di tengah penyusunan aturan turunan PP TUNAS, Indonesia kini berdiri di persimpangan jalan yang menentukan masa depan dunia digital Tanah Air. Foto/Dok A A A JAKARTA – Langkah ambisius pemerintah Australia dalam mengesahkan Online Safety Amendment (Social Media Minimum Age) Act, yang melarang anak di bawah 16 tahun mengakses media sosial , seharusnya menjadi alarm bagi Indonesia. Di tengah penyusunan aturan turunan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP TUNAS), Indonesia kini berdiri di persimpangan jalan yang menentukan masa depan dunia digita l Tanah Air.Urgensi ini semakin terasa mengingat posisi Indonesia dalam kancah digital global yang tengah mengalami tantangan yang tidak mudah. Laporan IMD World Digital Competitiveness Ranking 2025 mencatat penurunan tajam daya saing digital Indonesia ke peringkat 51, turun 8 peringkat dari tahun sebelumnya. Baca Juga: Lindungi Anak di Ranah Digital, Pemerintah Buat Aturan Pembatasan Usia Bermedia Sosial Dalam kondisi ini, pemerintah perlu berhati-hati agar tidak terjebak dalam kebijakan yang terlihat protektif di atas kertas, namun secara praktis justru kian memperburuk daya saing serta iklim investasi digital nasional.Kegagalan dari implementasi di Australia menunjukkan bahwa pembatasan usia berbasis teknologi menghadapi tantangan teknis yang masif. Dalam simulasi Age Assurance Trial yang Australia lakukan, disimpulkan bahwa teknologi pemindaian wajah dan estimasi usia memiliki margin kesalahan yang signifikan dan tidak dirancang untuk ketepatan absolut. Alih-alih memberikan perlindungan, sistem ini justru memaksa platform digital menanggung beban biaya infrastruktur serta manajemen risiko hukum yang luar biasa besar tanpa adanya jaminan efektivitas. Halaman :123 Lihat Juga : Metronet PLN Icon Plus Menopang Produktivitas Digital di Awal Tahun Catatan Ciamik Bibit.id di 2025, Diunduh 2 Juta dan 1,2 Juta Investor Raup Cuan Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! media sosial investasi di era digital era digital ekonomi digital usia muda Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Metronet PLN Icon Plus Menopang Produktivitas Digital di Awal Tahun Catatan Ciamik Bibit.id di 2025, Diunduh 2 Juta dan 1,2 Juta Investor Raup Cuan Pajak Ekonomi Digital Terkumpul Rp44,55 Triliun, OpenAI Resmi Jadi Pemungut PPN Ekonomi 2026 Masih Mendung, Berbagai Instrumen Investasi Diprediksi Terkoreksi Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi Digital, Indonesia Perkuat Investasi Strategis Nasional Ekonomi Digital Tumbuh Pesat, Kebutuhan Talenta Meningkat di Indonesia Timur Soal Perjanjian Transfer Data RI-AS, Komisi I DPR Desak Pembentukan Lembaga PDP Independen Prabowo: Banyak Anak Desa Berbicara Langsung kepada Saya melalui TikTok Mark Zuckerberg Diseret ke Pengadilan Kasus Dampak Medsos terhadap Anak-anak Rekomendasi CIA Rekrut Informan di Iran, Teheran Usir 2 Diplomat yang Bawa Modem dan Telepon Satelit Dilaporkan Soal Hak Cipta, Rizky Billar Makin Semangat Bikin Lagu Sendiri Buat Lesti Kejora Hasil Piala AFF Futsal Putri 2026: Indonesia Ditahan Malaysia, Peluang ke Semifinal Menipis Selengkapnya Presiden Prabowo Tiba di Istana Basman, Disambut Raja Abdullah…. Cerita Ilmuwan RI 21 Tahun di Jepang yang Bangga Paspor Indonesia CIA Rekrut Informan Iran Besar-besaran Berita Terkini Selengkapnya Polemik Alumni Hina Negara, Dirut LPDP Bersuara: Anda Bisa Berpendidikan Tinggi dari Uang Rakyat iTransport Tawarkan Efisiensi Perjalanan Dinas Berbasis Aplikasi Pertamina Beri Diskon Harga Avtur 10%, Tiket Pesawat Bakal Turun? Kota Kertabumi Lanjutkan Pengembangan Kawasan Eksklusif Tahap 2 Dorong Energi Bersih, Pertamina Patra Niaga Beri Promo Pertamax Green 95 dan SPKLU Tiap Rabu Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.800 per Dolar AS, Ini Faktornya Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Dirut Agrinas Balas Desakan Dasco: Impor 105.000 Unit Pikap India Sudah DP 30% 2 Klarifikasi Dirut Agrinas soal Impor 105.000 Pikap India: Produsen Lokal Tak Sanggup, Harga Mahal 3 Respons Isu Mie Sedaap PHK Massal, Dasco: Seharusnya Tidak saat Puasa dan Lebaran 4 Agrinas Klaim Efisiensi Rp46,5 T dari Impor 105.000 Mobil Pikap India untuk Kopdes 5 Said Iqbal Ungkap Potensi PHK di Balik Impor 105 Ribu Pikap India Infografis Anoa 6×6 Amfibi, Penjaga Darat dan Air Buatan Anak Bangsa Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *