Arab Saudi Pangkas Produksi Minyak di Tengah Gangguan Selat Hormuz login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Energi Arab Saudi Pangkas Produksi Minyak di Tengah Gangguan Selat Hormuz CNN Indonesia Selasa, 10 Mar 2026 11:05 WIB Bagikan: url telah tercopy Pemangkasan produksi terjadi setelah jalur strategis Selat Hormuz terganggu konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. (FOTO:via REUTERS/Social Media) Jakarta, CNN Indonesia — Perusahaan minyak negara Arab Saudi, Saudi Aramco mulai memangkas produksi dua ladang minyaknya di tengah gangguan jalur pelayaran energi kawasan Teluk. Menurut dua sumber yang dikutip Reuters, pemangkasan produksi tersebut terjadi setelah jalur strategis Selat Hormuz terganggu akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, sehingga memicu serangkaian serangan di kawasan tersebut.Belum diketahui ladang minyak mana yang terdampak dan seberapa besar volume produksi yang dipangkas. Saudi Aramco menolak memberikan komentar terkait kebijakan tersebut. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Langkah pengurangan produksi oleh eksportir minyak terbesar dunia itu mencerminkan semakin beratnya hambatan logistik di kawasan sejak Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian merespons dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone, termasuk ke negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah fasilitas militer AS.Lihat Juga :Harga Minyak Anjlok 6% Usai Trump Ramal Perang Timteng Segera Mereda Gangguan juga meluas ke negara-negara produsen minyak lain di kawasan. Kuwait Petroleum Corporation dilaporkan mengurangi produksi minyak dan menetapkan kondisi force majeure atau keadaan mendesak pada pengiriman.Qatar juga menghentikan produksi gas alam cair (LNG) di fasilitas ekspor Ras Laffan setelah serangan drone dan turut menyatakan force majeure.Sementara itu, produksi minyak dari ladang utama Irak di wilayah selatan disebut turun sekitar 70 persen karena keterbatasan kapasitas penyimpanan. Perusahaan minyak nasional Uni Emirat Arab, ADNOC, juga mengurangi produksi lepas pantai, sedangkan perusahaan energi Bahrain, Bapco Energies, turut menetapkan kondisi force majeure. Gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya tersebut mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah Brent melonjak ke level tertinggi sejak pertengahan 2022, mendekati US$120 per barel.Arab Saudi diketahui telah mempercepat pengiriman minyak melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah dengan memanfaatkan pipa East-West. Namun para analis menilai volume pengalihan tersebut belum cukup untuk menggantikan jutaan barel minyak yang terhambat akibat penutupan jalur di kawasan Teluk.Kondisi ini berpotensi membuat konsumen dan pelaku usaha di seluruh dunia menghadapi harga bahan bakar yang tinggi selama berbulan-bulan ke depan, bahkan jika konflik di kawasan segera mereda, karena kerusakan infrastruktur dan gangguan logistik masih perlu waktu untuk pulih.[Gambas:Video CNN] (lau/ins) Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT arab saudi pangkas produksi minyak arab saudi pemangkasan produksi minyak selat hormuz saudi aramco harga minyak produksi minyak ARTIKEL TERKAIT Harga Minyak Anjlok 6% Usai Trump Ramal Perang Timteng Segera Mereda Membredel Dampak Lonjakan Harga Minyak di Atas US$100/Barel ke RI Harga Minyak Dunia Naik Gila-gilaan di Tengah Perang Iran vs AS-Israel Bahlil Jamin Harga Pertalite dan Solar Tak Naik Sampai Lebaran Harga Minyak Jebol ke US$100 per Barel Tertinggi Sejak Juli 2022 Kuwait Setop Produksi, Qatar Ramal Harga Minyak US$150 per Barel REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Lonjakan Harga Minyak Picu Reli CPO Terbesar dalam 3 Tahun
Lonjakan Harga Minyak Picu Reli CPO Terbesar dalam 3 Tahun
Harga Tiket Pesawat Diskon 18% saat Lebaran 2026, Extra Flight Jawab Tingginya Permintaan
Harga Tiket Pesawat Diskon 18% saat Lebaran 2026, Extra Flight Jawab Tingginya Permintaan
Wow! Kulkas dan TV Lagi Banting Harga di Transmart Full Day Sale
Wow! Kulkas dan TV Lagi Banting Harga di Transmart Full Day Sale
