Hitung-hitungan Purbaya, Bertaruh Harga Minyak Tak Akan US$200/Barel login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Energi Hitung-hitungan Purbaya, Bertaruh Harga Minyak Tak Akan US$200/Barel CNN Indonesia Jumat, 20 Mar 2026 07:00 WIB Bagikan: url telah tercopy Purbaya juga tak terlalu ambil pusing soal harga minyak dunia yang saat ini sudah tembus US$100 per barel. (FOTO:ANTARA/Dhemas Reviyanto). Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim harga minyak dunia tidak akan menyentuh US$200 per barel.Pernyataan tersebut muncul untuk merespons proyeksi berbagai ekonom global, terkait peluang harga minyak dunia tembus level US$200 per barel.”Saya tunjukin, 2013 kalau enggak sala mereka (ekonom) bilang juga sama, harga minyak akan naik US$200 per barel. Naik sampai US$150 habis itu jatuh,” jelas Purbaya. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Dia juga menjawab alasan harga tersebut kemudian jatuh, yakni lantaran ekonomi dunia tidak bisa menyesuaikan diri dengan harga tinggi tersebut. Alhasil, terjadi resesi yang menyebabkan demand atau permintaan turun, sehingga mau tak mau harga akan kembali turun.Lihat Juga :Pemerintah Tak Akan Naikkan Batas Defisit APBN di Atas 3 Persen “Jadi kalau US$200 per barel saya bilang, ya paling mungkin sebentar, satu menit, dua menit, habis itu jatuh lagi. Ketika jatuh, ini akan jatuh ke bawah,” paparnya.Purbaya menekankan pentingnya untuk memahami siklus pergerakan harga minyak dunia. Di mana, ketika harga bisa naik tinggi maka yang menjadi pertanyaan, siapa yang akan membeli.”Enggak akan US$200 per barel (harga minyak). Tenang aja, kalau US$200 per barel, resesi global akan terjadi, kalau terjadi demand turun kan? Demand turun, collapse, harga minyak jatuh tajam sekali, bisa ke bawah US$15 per barel, kalau mereka enggak hati-hati,” beber Purbaya.Bendahara RI juga berandai, jika harga minyak tembus US$200 per barel pemerintah akan menyesuaikan anggaran sesuai keadaan. Namun, dia meyakini kondisi tersebut tidak akan terjadi, berkaca dari pengalaman 2013-2014.”Saya bertaruh sama orang di depan umum, mereka bilang US$200 per barel, saya bilang enggak, (harga minyak) US$ 150 per barel habis itu jatuh,” tegasnya. Purbaya juga tak terlalu ambil pusing soal harga minyak dunia yang saat ini sudah tembus US$100 per barel. Menurutnya, level tersebut sudah masuk dalam perhitungan pemerintah, sehingga aktivitas belanja negara masih berlangsung.”Harga minyak 116 aja masih tenang-tenang aja kan?” ujar Purbaya di Istana Negara, Kamis (19/3).Dia mengungkapkan, peluang defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berpeluang tembus level 3 persen saat harga minyak rata-rata di kisaran US$100 per barel. Namun, risiko tersebut bisa diimbangi melalui upaya-upaya untuk memastikan defisit terjaga.Hal itu mengacu pada subsidi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah diatur dan dihitung selama setahun penuh. Meskipun dengan harga minyak dunia saat ini, Purbaya tekankan pihaknya sudah mengasumsikan dampaknya ke APBN.Di samping itu,pemerintah akan melakukan langkah-langkah, semisal penghematan, peningkatan pendapatan, agar APBN tetap aman. Dia mengklaim sampai saat ini hitungan tersebut masih aman.”Dan kita juga ada windfall profit kan. Kita akan maksimalkan windfall profit juga. Jadi, seharusnya enggak ada masalah,” katanya.[Gambas:Video CNN] (ldy/ins) Add as a preferred source on Google Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT purbaya yudhi sadewa harga minyak apbn proyeksi ekonomi harga minyak dunia permintaan minyak subsidi bbm ARTIKEL TERKAIT Trump Tangguhkan UU Jones 60 Hari demi Redam Gejolak Harga BBM Harga Minyak Dunia Tembus US$112 Buntut Serangan Fasilitas Energi Iran Kenaikan Harga Minyak Jadi Momentum Emas Kebut Implementasi B50 Harga Minyak Melandai usai Irak Sepakat Ekspor Lewat Pelabuhan Turki Bahlil Sebut 2 Kapal Pertamina yang Tertahan dalam Proses Negosiasi Bahlil Sebut Pemerintah Sedang Kaji WFH Demi Hemat Konsumsi BBM REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG Add as a preferred source on Google TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Tangkal Dampak Krisis Minyak Timteng, Korsel Batasi Harga BBM
Tangkal Dampak Krisis Minyak Timteng, Korsel Batasi Harga BBM
Ditekan AS, China Borong Minyak Rusia India Berpaling ke Saudi
Ditekan AS, China Borong Minyak Rusia India Berpaling ke Saudi
Minyak Tembus US$92/Barel, Ekonom Wanti-wanti Dampak Serius ke APBN
Minyak Tembus US$92/Barel, Ekonom Wanti-wanti Dampak Serius ke APBN
