Minyak Tembus US$92/Barel, Ekonom Wanti-wanti Dampak Serius ke APBN

Minyak Tembus US$92/Barel, Ekonom Wanti-wanti Dampak Serius ke APBN login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Makro Minyak Tembus US$92/Barel, Ekonom Wanti-wanti Dampak Serius ke APBN CNN Indonesia Sabtu, 07 Mar 2026 16:20 WIB Bagikan: url telah tercopy Foto iustrasi. Harga minyak yang terus naik dipastikan akan berpengaruh ke APBN. IAN TIMBERLAKE / AFP Jakarta, CNN Indonesia — Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengingatkan lonjakan harga minyak dunia berpotensi menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ratusan triliun rupiah.Ia memperkirakan defisit APBN dapat melebar hingga Rp314 triliun jika harga minyak global terus meningkat.”Lonjakan harga minyak sebabkan ‘armagedon’ tekanan fiskal terburuk sejak pandemi covid-19,” kata Bhima kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (7/3). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Ia menjelaskan simulasi Celios menunjukkan dampak besar terhadap APBN apabila harga minyak Brent sebagai acuan Indonesian Crude Price (ICP) menembus level tinggi.Menurutnya, potensi tambahan penerimaan negara dari komoditas tidak akan sebanding dengan beban subsidi energi yang meningkat. Lihat Juga :Terus Ngegas, Harga Minyak Dunia Tembus US$92 per Barel”Hasil hitungan Celios apabila minyak Brent yang jadi rujukan ICP menembus US$120 per barel maka defisit APBN bakal melebar hingga Rp314 triliun. Ada windfall komoditas dari sisi penerimaan tapi tak sebanding beban subsidi energi yang membengkak,” ujarnya.Bhima menilai tekanan fiskal tersebut tidak hanya dipicu oleh kenaikan harga minyak, tetapi juga efek lanjutan terhadap nilai tukar dan harga pangan.”Problem-nya bukan sekedar minyak, tapi jalur transmisi ke dolar AS dan inflasi pangan. Semua asumsi makro dalam APBN 2026 tidak lagi relevan harus direvisi,” katanya.Ia juga mengingatkan potensi tekanan terhadap arus kas PT Pertamina (Persero) apabila gangguan pasokan minyak dunia berlangsung cukup lama. Menurutnya, jika krisis pasokan berlangsung lebih dari 20 hari, kemampuan perusahaan menanggung beban subsidi dan kompensasi energi dapat tertekan.Lihat Juga :Purbaya Ogah Naikkan Harga BBM Bersubsidi Meski Minyak Tembus US$92Bhima menilai pemerintah perlu segera membuka pembahasan dengan DPR RI terkait kemungkinan perubahan APBN apabila tekanan harga minyak terus berlanjut.Menurutnya, langkah penyesuaian anggaran perlu dipertimbangkan sejak dini agar pemerintah memiliki ruang fiskal untuk menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.”Purbaya diminta segera konsultasi dengan DPR untuk bahas APBN perubahan. Sudah sangat urgen situasinya,” ujarnya.Realokasi anggaranIa menambahkan realokasi sejumlah program anggaran seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat menjadi salah satu opsi untuk menjaga harga BBM tetap stabil. Menurutnya, bahkan kenaikan harga BBM yang relatif kecil sekalipun berpotensi menimbulkan tekanan bagi masyarakat.”Jika terjadi kenaikan harga BBM jenis solar dan pertalite Rp1.000 per liter saja pasti masyarakat tidak siap,” ujarnya.Peringatan tersebut muncul di tengah tren kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Oil Price, harga minyak mentah Brent melonjak 8,52 persen menjadi US$92,69 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 12,2 persen menjadi US$90,90 per barel.Lihat Juga :Mengenal Shahed-136, Drone Murah Iran yang Bikin AS KewalahanKenaikan harga energi dipicu oleh konflik yang masih berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.Ketegangan tersebut juga memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.Jika konflik berlanjut, sejumlah negara produsen energi memperkirakan harga minyak dapat melonjak lebih tinggi. Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi bahkan memperingatkan konflik tersebut berpotensi menghentikan ekspor energi negara-negara Teluk dan memicu dampak luas terhadap perekonomian global.Pemerintah Indonesia sendiri telah memperkirakan dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut jika harga minyak rata-rata tahunan mencapai US$92 per barel, defisit APBN berpotensi meningkat hingga 3,6-3,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) apabila tidak ada langkah penyesuaian kebijakan.”Kalau harga minyak naik ke US$92 per barel, apa dampaknya ke defisit? Kalau tidak melakukan apa-apa defisit kita naik ke 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB,” ujar dia dalam taklimat media di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (6/3). (del/sur) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT harga minyak apbn defisit anggaran subsidi energi perang iran iran ARTIKEL TERKAIT Purbaya Pertimbangkan Lanjutkan Insentif Mobil Listrik Purbaya Ogah Naikkan Harga BBM Bersubsidi Meski Minyak Tembus US$92 Purbaya: Kalau Harga Minyak US$92 Maka Defisit APBN 3,6 Persen Purbaya Emoh Pangkas Anggaran MBG Walaupun Disorot Fitch Rating Hitung-hitungan Wamenkeu Juda: Minyak Naik US$1 Defisit Bisa Rp6,8 T Baru 4 Hari Perangi Iran, AS Sudah Tekor Rp33 T REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *