Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak, APBN Terancam Jebol Sampai Rp7 Triliun

Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak, APBN Terancam Jebol Sampai Rp7 Triliun   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Makro Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak, APBN Terancam Jebol Sampai Rp7 Triliun Nanang Wijayanto Senin, 23 Maret 2026 – 13:00 WIBloading… Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Halim Alamsyah dalam Podcast SindoNews, TO THE POINT AJA. FOTO/Tangkapan Layar/SindoNews A A A JAKARTA – Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat diprediksi akan menekan ketahanan fiskal Indonesia akibat lonjakan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga energi tersebut berpotensi memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seiring membengkaknya beban subsidi dan kompensasi BBM di dalam negeri.”Setiap kenaikan harga minyak sebesar satu dolar AS, maka fiskal kita akan mengalami defisit atau dampak negatif sekitar Rp5 triliun hingga Rp7 triliun,” ujar Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Halim Alamsyah dalam Podcast SindoNews, TO THE POINT AJA, dikutip Senin (23/3/2026).Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus Level Tertinggi Sejak 2022 Halim menjelaskan, apabila harga minyak dunia merangkak naik dari asumsi awal 70 dolar AS menjadi 80 dolar AS per barel, pemerintah setidaknya harus menyediakan tambahan anggaran sekitar Rp70 triliun. Kondisi ini dinilai akan semakin mengkhawatirkan jika harga minyak menyentuh level 100 dolar AS per barel, yang mengharuskan tambahan subsidi minimal 15 miliar dolar AS.Tekanan tersebut menjadi ancaman serius bagi batas aman defisit anggaran yang ditetapkan undang-undang sebesar tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan target defisit APBN 2026 yang sudah dipatok pada angka tertentu, lonjakan harga energi yang ekstrem dikhawatirkan dapat membuat rasio defisit melampaui ambang batas tersebut atau “jebol”. Halaman :123 Lihat Juga : Krisis BBM Hantam Eropa, Negara Ini Bakal Batasi Pembelian Orang Asing dan Terapkan Harga Ganda Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus Level Tertinggi Sejak 2022 Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! defisit apbn harga bbm harga minyak dunia perang iran vs israel perang as vs iran Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Krisis BBM Hantam Eropa, Negara Ini Bakal Batasi Pembelian Orang Asing dan Terapkan Harga Ganda Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus Level Tertinggi Sejak 2022 Perang AS-Iran Bikin Susah Banyak Negara, 100.000 Pekerja di Inggris Terancam PHK Hemat BBM Imbas Perang AS vs Iran, Negara Asia Ini Jadikan Hari Rabu Libur Nasional Lebih Kuat dari Vietnam, The Economist Tempatkan Indonesia di Zona Aman Krisis Energi Iran Gempur Fasilitas Energi Negara Teluk, Harga Minyak Tembus USD115 per Barel 6 Alasan Upaya Paksa Membuka Selat Hormuz Bisa Jadi Bumerang 4 Alasan Trump Akhiri Perang Iran selama 5 Hari, Perundingan Berlangsung Konstruktif Trump Tunda Serangan Militer ke Iran selama 5 Hari, Sinyal Kekalahan AS? Rekomendasi Iran Mulai Cekik Tenggorokan Teknologi AS di Timur Tengah Bugatti Kenalkan Sepeda Factor One Dibanderol Rp400 Jutaan Membeludak! Pantai Ancol Dipadati Wisatawan H+2 Lebaran, Akses Masuk Macet Parah Selengkapnya 28 Pati TNI AD Naik Pangkat, Ada Teman Seangkatan AHY di Akmil AS Buat Persiapan Terperinci untuk Kirim Pasukan Darat di Iran Arab Saudi dan UEA Selangkah Lagi Dukung AS-Israel Lawan Iran? Berita Terkini Selengkapnya PLN All Out Jaga Listrik Lebaran 2026, 72 Ribu Personel dan Ribuan SPKLU Disiagakan di Jalur Mudik Krisis BBM Hantam Eropa, Negara Ini Bakal Batasi Pembelian Orang Asing dan Terapkan Harga Ganda Rupiah Diramal Tembus Rp20.000 per Dolar AS, Ekonom Wanti-wanti Krisis Data Jasa Raharja: Angka Kecelakaan Lalu Lintas Turun 2% di Periode Siaga Idulfitri 2026 Ini 5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang Pesawat Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan BBM di Kalimantan Barat Selengkapnya Rihlah Mudik, Merawat Tradisi Anak-anak Dilarang Main Medsos, Efektifkah? Terpopuler 1 Dolar AS Kembali Jadi Primadona, Emas Mulai Ditinggalkan Investor Global 2 Perang AS-Iran Bikin Susah Banyak Negara, 100.000 Pekerja di Inggris Terancam PHK 3 Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus Level Tertinggi Sejak 2022 4 Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak, APBN Terancam Jebol Sampai Rp7 Triliun 5 Rupiah Diramal Tembus Rp20.000 per Dolar AS, Ekonom Wanti-wanti Krisis Infografis Daftar Negara dengan Harga Minyak Goreng Termurah di Dunia Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *