Danantara Blak-blakan Soal Opsi Penggabungan Maskapai Garuda, Citilink, dan Pelita Air

Danantara Blak-blakan Soal Opsi Penggabungan Maskapai Garuda, Citilink, dan Pelita Air   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Danantara Blak-blakan Soal Opsi Penggabungan Maskapai Garuda, Citilink, dan Pelita Air Iqbal Dwi Purnama Jum’at, 27 Februari 2026 – 18:13 WIBloading… Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas mengungkapkan beberapa skema pembentukan holding maskapai yang terdiri dari Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air. Foto/Dok A A A JAKARTA – Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas mengungkapkan beberapa skema pembentukan holding maskapai yang terdiri dari Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air. Ia menjelaskan opsi yang akan dipilih adalah bentuk penggabungan paling efisien bagi perusahaan maskapai milik negara.Saat ini pihaknya masih melakukan kajian untuk menentukan bentuk yang paling optimal bagi kinerja perusahaan. “Keputusannya nanti berdasarkan hasil akhir: efisiensinya di mana dan berapa. Mana yang lebih efisien, apakah menggabungkan menjadi satu PT atau aliansi co-working, satu kolega saja, kolaborasi saja,” ujarnya di Wisma Danantara, Kamis (27/2/2026).Baca Juga: Profil Perusahaan BUMN Injourney, PT Aviasi Pariwisata Indonesia Rohan mengatakan, penggabungan tiga maskapai tersebut nantinya bisa saja mengubah sistem pemesanan tiket. Jika sebelumnya pemesanan dilakukan di masing-masing maskapai, ke depan dimungkinkan sistem pemesanan terintegrasi dalam satu platform.”Kalau PT-nya sendiri-sendiri masih bisa, tetapi booking order-nya satu, maintenance-nya satu, ground handling-nya satu, termasuk kru pesawatnya juga menjadi satu,” tambahnya.Baca Juga: Garuda Indonesia Gabung InJourney Sebelum Oktober, Bagaimana Beban Utang Jumbo? Ia menilai jam kerja kru pesawat di perusahaan pelat merah saat ini masih kurang efisien. Dengan penggabungan ketiga maskapai, diharapkan kru dapat ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan operasional.”Mungkin jam terbang pilot dan pramugari, karena jumlah pesawat sedang menunggu servis, berarti bisa ditempatkan di Citilink, Garuda, atau Pelita. Coba tanya pramugari Super Air Jet atau Lion berapa kali terbang per hari, lalu bandingkan dengan pramugari Garuda atau Citilink berapa kali,” lanjutnya. Halaman :12 Lihat Juga : Bos Danantara Temui Pimpinan Moody’s, Coba Yakinkan Ketahanan Ekonomi RI Danantara Siap Suntik Modal ke Manajer Investasi Global, Ini Tujuannya Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! holding aviasi maskapai bumn danantara garuda indonesia maskapai penerbangan Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Bos Danantara Temui Pimpinan Moody’s, Coba Yakinkan Ketahanan Ekonomi RI Danantara Siap Suntik Modal ke Manajer Investasi Global, Ini Tujuannya Pelindo Dikabarkan Rombak Jajaran Direksi, Ini Susunan Terbaru Timbal Balik Negosiasi Tarif Trump, Danantara Bakal Borong 50 Pesawat Boeing Senilai Rp227 T Antam dan PTBA Sandang Status Persero, Danantara Pastikan Tetap di Bawah MIND ID Perampingan BUMN Dikejar Selesai Tahun Ini, Danantara Ungkap Nasib Karyawan Prabowo Kunjungi Inggris, Saksikan Kerja Sama Semikonduktor Danantara dan Arm Limited Garuda Hibahkan Pesawat untuk Aceh, Wamenhaj: Permudah Jemaah Manasik Haji Danantara, Moody’s, dan Harga Kepastian Rekomendasi KPK Geledah Rumah Mantan Pj Sekda Pati Terkait Kasus Pemerasan Sudewo Tentang Cinta Tak Adil & Tekanan Keluarga, RCTI+ Microdrama Tayang Setiap Hari Gratis dan Eksklusif! Dapat Ratusan Buku dari MNC Peduli, Karang Taruna Yakin Taman Pintar Anggrek Bisa Berjalan Lebih Baik Selengkapnya Biaya Hidup Tinggi dan Negeri Kacau, Warga AS Eksodus Massal 29 Pati AD dan AL Bersiap Tinggalkan TNI usai Dimutasi Akankah Debat Panas Pigai vs Uceng Terealisasi? Berita Terkini Selengkapnya 20 Ribu Kuota Pelatihan Vokasi Nasional Disiapkan Kemnaker di 2026, Ini Cara Daftarnya PLN Enjiniring Pacu Keandalan Sistem Kelistrikan Nasional Tunggu Tanggal Mainnya, Kadin Bakal Meluncurkan Kajian soal MBGnomics Produk China Bikin UMKM RI Sulit Naik Kelas, Begini Penjelasan Menteri Maman Akhirnya Pulomas Tower Siap Meluncur, Tawarkan Akses Tanpa Batasan BGN Beberkan Efek Ganda Program MBG, Tak Hanya Buka 1 Juta Lebih Lapangan Kerja Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 5 Negara dengan Utang IMF Terbesar 2026, Nomor 1 Tembus Rp967 Triliun 2 AS-Iran di Ambang Perang, Sewa Tanker Minyak Menggila Tembus Rp3 Miliar Sehari 3 Investasi Rp1.500 Triliun Gagal Masuk Indonesia, Ini Biang Keroknya 4 China, India, dan Brasil Diuntungkan Tarif Baru Trump, Sekutu AS Malah Rugi 5 Bos Danantara Temui Pimpinan Moody’s, Coba Yakinkan Ketahanan Ekonomi RI Infografis Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026 Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *