Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan Demand Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Bursa Finansial Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan Demand Anto Kurniawan Jum’at, 20 Februari 2026 – 09:47 WIBloading… Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menjelaskan bahwa secara fundamental, industri perbankan memiliki ruang yang memadai untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan secara prudent dan berkelanjutan. Foto/Dok A A A JAKARTA – Industri perbankan nasional masih memiliki ruang yang solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan dengan kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat dan memadai. Namun demikian, akselerasi penyaluran kredit saat ini menghadapi tantangan, terutama dari sisi permintaan (demand) seiring sikap wait and see dunia usaha serta daya beli yang belum sepenuhnya pulih di seluruh segmen.Pandangan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi dalam acara Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Kamis (19/2). Acara tersebut turut dihadiri oleh Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, serta Chief Executive Officer Standard Chartered Donny Donosepoetro.Baca Juga: Kredit Tahun Depan Diprediksi Tumbuh 9-11%, Perbanas: Artinya Bank Punya Uang Dalam pemaparannya, Hery menjelaskan bahwa secara fundamental, industri perbankan memiliki ruang yang memadai untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan secara prudent dan berkelanjutan. Dari sisi likuiditas, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) menguat hingga 11,4% YoY, dengan rasio Loan-to-Deposit Ratio (LDR) yang terjaga di kisaran 84% YoY. Permodalan industri juga tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 26%, jauh di atas ambang batas ketentuan minimum regulator. “Namun demikian, pertumbuhan kredit secara year-on-year hingga Desember 2025 masih berada pada level single digit. Menurut Bank Indonesia, salah satu faktor terjadinya perlambatan kredit saat ini adalah dipengaruhi faktor demand,” ucap Hery. Mengacu data Bank Indonesia tercatat bahwa permintaan kredit baru menurun di sebagian besar segmen, terutama pada kredit konsumsi yang turun dari 62,9% menjadi 13,4%, serta segmen UMKM yang semula 78,4% menjadi 58,8%. Sedangkan, undisbursed loan pun meningkat secara rata-rata menjadi 10,22%. Halaman :123 Lihat Juga : Bersinar di Panggung Global, BRI Group Raih Empat Penghargaan Bergengsi dari Alpha Southeast Asia 2025 Program Desa BRILiaN 2026 Perkuat Implementasi Asta Cita melalui Pemberdayaan Ekonomi Desa Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! bri kredit perbankan kinerja keuangan capaian kinerja makro industri perbankan Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Bersinar di Panggung Global, BRI Group Raih Empat Penghargaan Bergengsi dari Alpha Southeast Asia 2025 Program Desa BRILiaN 2026 Perkuat Implementasi Asta Cita melalui Pemberdayaan Ekonomi Desa Jangkau Basis Penggemar di Indonesia, BRI Luncurkan BRI Debit FC Barcelona dalam BRI Barca Week 2026 BRI Bangun Kemitraan Satu Bank untuk Semua dengan Mitra Bulog di NTB Perkuat Ekonomi Rakyat, BRI Group Pangkas Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5% Tumbuh 25%, BRI Life Catatkan Laba Rp954 Miliar di 2025 Sinergi BRI dan Ma.ja Watch: Membawa Kerajinan Tangan Indonesia ke Panggung Dunia Dukung Gerakan Indonesia ASRI, BRI Peduli Gelar Aksi Bersih Pantai di Kedonganan Bali Dorong Akses Hunian, Menteri PKP Puji Kontribusi BRI dalam Program Rumah Rakyat Rekomendasi MBG Disebut Pangkas Anggaran Pendidikan, Mendikdasmen: Tidak Benar Kisah Sunan Bonang yang Memiliki Jejak Keturunan dari Nabi Muhammad SAW 6 Pimpinan Tinggi Pratama KPK Dilantik, Tessa Mahardhika Jadi Direktur Penyelidikan Selengkapnya Banjir Merendam 123 RT dan 9 Ruas Jalan di Jakarta Pasar Cipulir Banjir, Pedagang Sedih Omzet Turun Drastis Puji Prabowo di Forum BoP, Trump: Dia Benar-benar Tangguh Berita Terkini Selengkapnya Indonesia dan AS Sepakati Pembebasan Bea Masuk Transaksi Elektronik RI dan Freeport Capai Kesepakatan Rp650 Triliun di AS, Ada 6 Poin Termasuk Perluasan Tambang Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil Harga Emas Nanjak Terus, Hari Ini Naik Rp28 Ribu Jadi Rp2.944.000 per Gram IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 8.300, Ada 315 saham Menghijau Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan Demand Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Ditekan AS, China Borong Minyak Rusia India Berpaling ke Saudi 2 Bank Bangkrut Sepanjang 2026 Tambah Satu Lagi, Lokasinya di Bali 3 Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU di AS Rp646,5 Triliun, Berikut Daftarnya 4 Ekonom: Tarif Dagang 19% ke Pasar AS Harus Dibaca Sebagai Alarm 5 Profil Prihati Pujowaskito, Eks Dokter Kopassus Jadi Dirut BPJS Kesehatan Infografis Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan Demand
