LPS dan BRI Ungkap Dampak Perang Timur Tengah ke Perbankan RI login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Keuangan CNN INDONESIA ECONOMIC FORUM LPS dan BRI Ungkap Dampak Perang Timur Tengah ke Perbankan RI CNN Indonesia Senin, 02 Mar 2026 19:43 WIB Bagikan: url telah tercopy Saat ini, eskalasi geopolitik global berupa perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel tentu akan memengaruhi perbankan Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Adi Ibrahim) Jakarta, CNN Indonesia — Direktur Group Analisis Stabilitas Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Ahmad Subhan Irani mengatakan eskalasi global di Timur Tengah yang sedang terjadi harus dicermati dampaknya ke bank-bank skala ekonomi kecil.Saat ini, eskalasi geopolitik global berupa perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel tentu akan memengaruhi perbankan Indonesia.”Yang terjadi di bank-bank kecil itu sebenarnya adalah lebih kepada idiosinkratik problem. Apakah itu dalam konteks tata kelola, apakah dalam konteks juga strategi bisnis model yang tidak tepat atau kurang tepat sesuai dengan risk profile,” ujar Subhan dalam acara Indonesia Economic Forum 2026 yang digelar CNN Indonesia di Auditorium Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (2/3). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Sederhananya, idiosinkratik problem adalah risiko spesifik atau unik yang hanya memengaruhi aset, perusahaan, atau individu tertentu, tidak berdampak pada seluruh pasar.Lihat Juga :Harga Minyak Dunia Melonjak 9 Persen Dampak Perang Iran vs AS-Israel Subhan menjelaskan terdapat sebagian bank yang harus diserahkan ke LPS untuk ditangani. Namun, LPS melihat hal ini bukan risiko sistemik karena bantalan terbilang sudah cukup kuat.”Kami melihatnya ini bukan sebuah risiko sistemik yang terhadap sistem karena secara sistem sebenarnya bantalan atau buffer dari sistem itu cukup kuat,” terangnya.Kemudian, ia menegaskan bank-bank kecil harus mempunyai adjustment risk problem yang harus diperkuat. Dalam hal ini, penguatan menjadi kewenangan OJK sebagai lembaga untuk meminimalisir risiko.”OJK sekarang sebagai lembaga yang diarahkan sebagai risk minimizer berarti ada proses berarti disitu ada timely intervention (intervensi tepat waktu) dan koordinasi yang lebih kuat jadi tidak harus menunggu seperti dulu kita menunggu di ujung,” kata Subhan.Lihat Juga :Meleset dari Harapan Purbaya, Pekan Kedua Ramadan THR PNS Belum CairSementara itu, Direktur Treasury dan International Banking PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Farida Thamrin mengatakan di tengah suatu eskalasi perang, kemungkinan yang paling berdampak adalah nilai tukar mata asing, khususnya Indonesia terhadap Dolar AS.”Kalau dolar itu rupiahnya akan naik dan yang paling berdampak adalah sisi importir karena itu industri dibentuk sama sisi eksportirnya,” ujar Farida.Menurutnya, hal yang harus dilakukan adalah membuat kepercayaan diri eksportir agar tidak menahan dolar AS sehingga nanti likuiditasnya akan lebih stabil antara sisi jual dan beli.”Kita harus membuat confidence dari sisi eksportir supaya mereka tidak menahan dolar untuk melepas sehingga nanti dari sisi likuiditasnya akan lebih stabil ada sisi yang jual dan ada sisi yang beli,” terangnya.Adapun dari sisi importir tidak boleh membiarkan mereka menyimpan Dolar AS hanya karena khawatir jumlah uang yang dimiliki ke depannya di tengah eskalasi perang tersebut.”Kita punya forward transaction dimana transaksi-transaksi itu mereka menjaga, supaya nanti kewajibannya tetap terpenuhi tanpa menjadi kepanikan di saat ini kalau dua hal itu bisa dijaga dari sisi eksportir dan importir itu akan menjadi lebih baik,” kata Farida.[Gambas:Video CNN]Saksikan tayangan selengkapnya CNN Indonesia Economic Forum melalui CNN Indonesia TV dan livestreaming di cnnindonesia.com pada Rabu (4/3) dan Kamis (5/3) jam 20.30 WIB. (fln/pta) Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT cnn indonesia economic forum 2026 lps bank bri ARTIKEL TERKAIT LPS Pede Bank RI Tahan Guncangan Global, Punya Modal Ini Selain Kredit, INDEF Ungkap Pendalaman Finansial jadi Tantangan Bank BRI Bocorkan Kekuatan RI Hadapi Gejolak Global: Tak Perlu Paranoid BI Ungkap Dampak Tekanan Geopolitik Global bagi Indonesia OJK Sambut Putusan Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 T di Bank Bos LPS Ungkap Fakta Bank Syariah Lebih Menarik dari Bank Umum REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
BRI Jadi Bank Pertama Terbitkan Surat Berharga Komersial Rp500 Miliar
BRI Jadi Bank Pertama Terbitkan Surat Berharga Komersial Rp500 Miliar
Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan Demand
Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan Demand
Kejar Target Nol Emisi 2060, OJK Bikin Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim
Kejar Target Nol Emisi 2060, OJK Bikin Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim
