Emiten Belum Penuhi Free Float 15%, OJK Bakal Beri Tanda Khusus

Emiten Belum Penuhi Free Float 15%, OJK Bakal Beri Tanda Khusus   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Bursa Finansial Emiten Belum Penuhi Free Float 15%, OJK Bakal Beri Tanda Khusus Iqbal Dwi Purnama Jum’at, 20 Februari 2026 – 21:11 WIBloading… Pejabat sementara Ketua dan Wakil Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi (tengah) dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jumat (20/2/2026). FOTO/Iqbal Dwi P A A A JAKARTA – Pejabat sementara Ketua dan Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyatakan regulator akan memberikan tanda atau notasi khusus pada saham emiten yang belum memenuhi ketentuan minimal free float 15%. “Kemarin akan ada suatu hal yang baru, yaitu akan diberikan notasi khusus terhadap emitan-emitan yang memang belum memenuhi free float 15% ini. Jadi ini sebenarnya memberikan kemudahan buat investor untuk melakukan pemilihan terhadap saham-saham yang mereka investasikan,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (20/2/2026).Baca Juga: Reformasi Pasar Modal: BEI Kerek Free Float Jadi 15% dan Perluas Transparansi Data Friderica menjelaskan, kebijakan ini disiapkan sebagai bagian dari transparansi pasar sekaligus perlindungan investor. Sehingga investor bisa dengan mudah membedakan mana emiten yang sudah memenuhi ketentuan free float dan mana yang belum. “Jadi mereka lebih memiliki informasi saham-saham mana yang sudah free floatnya 15% lebih atau yang belum. Jadi ini juga sesuatu yang saya rasa ini sangat bermanfaat untuk investor-investor terutama investor retail di Indonesia,” tambahnya. Menurut Friderica, peningkatan batas minimal free float dari sebelumnya 7,5% menjadi 15% akan dilakukan secara bertahap. Pemenuhan akan diatur melalui masa transisi yang mencakup target tahun pertama dan tahun kedua. Selain itu, regulator juga tengah menyiapkan kebijakan keluar (exit policy) bagi emiten yang pada akhirnya tidak mampu memenuhi ketentuan tersebut. Halaman :12 Lihat Juga : Masuk Tahap Final, MSCI Setujui Proposal Agenda Reformasi Bursa Efek IHSG Hari Ini Ditutup Melemah ke 8.271, Sebanyak 404 Saham Alami Tekanan Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! ojk reformasi pasar modal bursa efek indonesia bei bursa saham Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Masuk Tahap Final, MSCI Setujui Proposal Agenda Reformasi Bursa Efek IHSG Hari Ini Ditutup Melemah ke 8.271, Sebanyak 404 Saham Alami Tekanan IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 8.300, Ada 315 saham Menghijau Reformasi Pasar Modal: BEI Kerek Free Float Jadi 15% dan Perluas Transparansi Data IHSG Awal Ramadan Parkir di Zona Merah, Terkoreksi 0,44% ke Level 8.274 IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau, Naik Tipis Sentuh Level 8.357 Chinese Wall dan Ilusi Keadilan Pasar Modal Prabowo Harus Berani! Siti Zuhro: Libas Penghambat & Segera Reformasi Tubuh Polri Pasar Modal dalam Jerat Kejahatan Sistemik Rekomendasi Israel Halangi Warga Palestina Salat Jumat Ramadan di Masjid Al-Aqsa Setahun Pimpin Jakarta, Pramono Akui Banjir dan Kemacetan Masih Jadi PR Suryopratomo Ungkap Pejabat di Singapura Tidak Boleh Hidup Lebih Mewah dari Rakyatnya Selengkapnya Israel Halangi Warga Palestina Salat Jumat Ramadan di Al-Aqsa Awas! Kurma Israel Diduga Dijual di Pasar Dunia dengan Label…. Iran Respons Ultimatum Trump, AS Picu Krisis Berita Terkini Selengkapnya Produksi Pick-Up Lokal Tembus 1 Juta Unit, Potensi Ekonomi Bisa Capai Rp27 Triliun! Pasar Verifikasi Identitas Global Diproyeksi Tumbuh Dua Kali Lipat pada 2028 Masuk Tahap Final, MSCI Setujui Proposal Agenda Reformasi Bursa Efek Pasca Indonesia Economic Outlook 2026, DPR Soroti Momentum Eksekusi Investasi Strategis Pertamina Patra Niaga JBB Gelar Pelatihan Konservasi di Pulau Untung Jawa Cara Menabung Digital dengan Aman di Tengah Maraknya Phishing dan Risiko Keamanan Finansial Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Ditekan AS, China Borong Minyak Rusia India Berpaling ke Saudi 2 Bank Bangkrut Sepanjang 2026 Tambah Satu Lagi, Lokasinya di Bali 3 Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India, Bisa Gerus PDB hingga Rp39 Triliun 4 Profil Prihati Pujowaskito, Eks Dokter Kopassus Jadi Dirut BPJS Kesehatan 5 Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU di AS Rp646,5 Triliun, Berikut Daftarnya Infografis Klasemen Medali SEA Games 2025 (Senin 15 Desember Pukul 14.00 WIB) Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *