Bijak Gunakan BBM dan Peran Krusial Masyarakat di Tengah Krisis Global login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Energi Bijak Gunakan BBM dan Peran Krusial Masyarakat di Tengah Krisis Global CNN Indonesia Rabu, 15 Apr 2026 09:00 WIB Bagikan: url telah tercopy Peran masyarakat dibutuhkan untuk bisa bijak menggunakan energi di tengah krisis global saat ini. Foto: CNN Indonesia/Safir Makki Daftar Isi Ditopang produksi dalam negeri Kebijakan di jalur yang tepat Penimbunan rugikan rakyat Distribusi energi nasional Jakarta, CNN Indonesia — Bijak dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi kunci dalam meredam potensi krisis energi di tengah gejolak global saat ini. Tak hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, peran masyarakat juga dibutuhkan.Hal ini disampaikan Pakar ekonomi energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi terkait ancaman krisis dipicu konflik geopolitik dan lonjakan harga minyak dunia.”Tanpa didukung oleh masyarakat, tujuan penghematan energi tidak akan tercapai,” kata Fahmy kepada CNN Indonesia, Kamis (9/4). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Ia menambahkan informasi yang terbuka seperti yang ada saat ini akan membuat masyarakat lebih siap dan memahami jika ke depan terjadi penyesuaian harga.Di tengah kondisi yang tidak menentu, pemerintah sendiri telah memutuskan untuk menahan harga BBM subsidi hingga akhir tahun. Namun Fahmy mengingatkan pergerakan harga minyak dunia saat ini masih sulit diprediksi. Lihat Juga :Krisis Timteng, Stabil Harga BBM, dan Asa Para Pencari Nafkah Ibu KotaIa mencontohkan saat harga minyak menyentuh angka US$200 per barel, tentu harga BBM sulit ditahan untuk tidak naik. Ini pentingnya pemahaman warga pada kondisi global ini.Dari sisi perilaku, penghematan energi dinilai bisa dimulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Fahmy mencontohkan kebijakan work from home (WFH), pengurangan penggunaan kendaraan pribadi, hingga peralihan ke transportasi publik sebagai upaya konkret yang bisa dilakukan masyarakat.”Rakyat bisa ikut work from home, mengurangi mobilitas, menggunakan transportasi umum, atau bahkan bersepeda. Itu langkah sederhana, tapi berdampak pada penghematan konsumsi BBM,” ujarnya.Lihat Juga :Sederet Jurus ESDM Amankan Pasokan BBM-LPG RI di Tengah Perang IranPeneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov, menilai langkah-langkah kecil tersebut akan memberikan dampak signifikan jika dilakukan secara kolektif.”Langkah paling konkret itu sebenarnya sederhana, kurangi perjalanan yang tidak perlu, pindah ke transportasi umum, berbagi kendaraan, hingga merawat kendaraan agar lebih efisien,” kata Abra.Ia menekankan, keputusan individu seperti menggunakan transportasi publik di kota besar dapat berkontribusi besar dalam menekan konsumsi BBM nasional.Secara perhitungan, perubahan perilaku masyarakat berpotensi menekan konsumsi BBM dalam skala yang cukup besar. Fahmy memperkirakan, kebijakan WFH yang berjalan efektif dapat menekan konsumsi hingga sekitar 10 persen, meski angka tersebut dinilai tidak terlalu signifikan jika berdiri sendiri.”Kalau work from home berjalan efektif, penghematannya paling tinggi sekitar 10 persen,” ujarnya.Lihat Juga :Istana Jamin Stok BBM RI Meski 2 Tanker Tertahan di Selat HormuzAbra memaparkan simulasi yang menunjukkan dampak lebih luas dari perubahan perilaku masyarakat. Jika 10 persen dari 10 juta pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum, maka penghematan bisa mencapai sekitar 2 juta liter per hari atau setara 1,3 persen konsumsi nasional.Jika angka peralihan meningkat menjadi 20 hingga 30 persen, maka potensi penghematan bisa mencapai 2,6 hingga hampir 3,9 persen dari total konsumsi BBM harian nasional.”Perubahan perilaku itu kelihatannya kecil per orang, tetapi secara agregat nasional sangat signifikan,” jelasnya.Untuk kebijakan WFH, Abra menyebut dampaknya bisa lebih besar jika diterapkan secara terukur. Dengan asumsi 5 juta pekerja menjalankan WFH dan menghemat 5 liter BBM per hari, potensi penghematan bisa mencapai sekitar 25 juta liter per hari atau sekitar 16,1 persen konsumsi nasional. Foto: CNNIndonesiaInsert – Efisiensi BBM dari WFH dan peraliha ke transportasi umumDitopang produksi dalam negeriFahmy mengatakan di situasi krisis ini Indonesia beruntung karena masih memiliki produksi minyak domestik.”Indonesia masih punya produksi minyak sekitar 600 ribu barel per hari. Artinya, kita tidak sepenuhnya bergantung pada impor seperti beberapa negara lain,” ujarnya.Jumlah ini diolah di kilang-kilang Pertamina untuk dipakai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.Meski demikian, ia mengingatkan ketahanan tersebut tetap terbatas, mengingat kebutuhan nasional yang jauh lebih besar dibandingkan produksi dalam negeri. Karena itu dibutuhkan sumber-sumber lain.Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Hendra Gunawan mengatakan pemerintah sudah memperluas sumber pasokan energi dari negara lain di saat Timur Tengah dilanda krisis.”Di samping sumber-sumber energi yang melewati Selat Hormuz, kita memperluas ke kawasan lain, antara lain dari Amerika Serikat, Afrika, Asia Timur dan Tengah,” kata Hendra dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/4).Selain diversifikasi impor, pemerintah juga mengoptimalkan produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan eksternal.Optimalisasi ini mencakup pengalihan sebagian produksi minyak mentah dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk kebutuhan domestik.”Untuk minyak mentah atau minyak bumi, optimalisasi hasil KKKS dilakukan untuk kepentingan domestik. Ditjen Migas memeriksa semua KKKS untuk mengalihkan ekspor yang diperlukan di dalam negeri, serta optimalisasi sumber daya domestik untuk produksi BBM dan LPG,” kata Hendra.Indonesia menurut Abra juga masih memiliki program biofuel dan pasokan gas domestik. Namun, dengan kebutuhan BBM mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, bijak dalam penggunaan energi tetap dibutuhkan.”Penghematan di level rumah tangga dan transportasi sudah menjadi bagian penting dari strategi menjaga ketahanan energi nasional,” katanya.Lihat Juga :Pertamina Borong 14 PROPER Emas dan 108 Hijau dari Kementerian LHKebijakan di jalur yang tepatDari sisi kebijakan, baik Abra dan Fahmy menilai langkah pemerintah saat ini sudah berada di jalur yang tepat, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan
Related Posts
Jejak Kontribusi PTFI Serap Tenaga Kerja, Dorong Kesejahteraan Daerah
Jejak Kontribusi PTFI Serap Tenaga Kerja, Dorong Kesejahteraan Daerah
Menlu Iran Puji Dukungan Masyarakat Indonesia yang Mengecam Agresi Brutal AS
Menlu Iran Puji Dukungan Masyarakat Indonesia yang Mengecam Agresi Brutal AS
Aksi Laura Basuki Jadi Suster dalam Yohanna Tayang 9 April 2026
Aksi Laura Basuki Jadi Suster dalam Yohanna Tayang 9 April 2026
