Kendalikan Limbah PLTU, IWIP Ubah Fly Ash Jadi Bahan Konstruksi

Kendalikan Limbah PLTU, IWIP Ubah Fly Ash Jadi Bahan Konstruksi   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Kendalikan Limbah PLTU, IWIP Ubah Fly Ash Jadi Bahan Konstruksi Nanang Wijayanto Selasa, 14 April 2026 – 17:14 WIBloading… IWIP menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas lingkungan melalui pengelolaan fly ash dan abu dasar FABA secara terukur di kawasan industri Weda Bay. FOTO/dok.SindoNews A A A JAKARTA – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas lingkungan melalui pengelolaan abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash/FABA) secara terukur di kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Pengelolaan ini dilakukan dengan penerapan teknologi serta prosedur operasional yang mengacu pada standar lingkungan nasional.“Fly ash yang dihasilkan dari proses pembakaran ditangkap menggunakan teknologi Electrostatic Precipitator (ESP) dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Teknologi ini berfungsi untuk mengendalikan partikel agar tidak terlepas ke udara bebas,” ujar Corporate Environmental Manager PT IWIP Yofi Safutra dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).Baca Juga: Wamen Imigrasi Kunjungi IWIP, Perkuat Dukungan Keimigrasian bagi Investasi FABA merupakan residu dari proses pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yang terdiri dari partikel halus (fly ash) dan partikel berat yang mengendap di dasar tungku (bottom ash). Kedua jenis material ini memiliki potensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.IWIP menerapkan sistem pengendalian emisi yang dirancang untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Fly ash ditangkap melalui teknologi ESP, sementara bottom ash dikumpulkan langsung dari sistem boiler dan ditempatkan pada fasilitas penyimpanan khusus guna mencegah penyebaran partikel.Selain pengendalian teknis, perusahaan juga melakukan pemantauan kualitas udara ambien dan parameter lingkungan lainnya secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan operasional tetap memenuhi baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan. Halaman :12 Lihat Juga : Optimalisasi Limbah Sawit Mampu Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional Pertamina Patra Niaga Sulap Limbah Pertanian Jadi Produk Bernilai Ekonomi Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! limbah pltu Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Optimalisasi Limbah Sawit Mampu Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional Pertamina Patra Niaga Sulap Limbah Pertanian Jadi Produk Bernilai Ekonomi Gandeng Interpol, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Limbah dan Satwa Ilegal Senilai Rp3,2 Miliar Transisi Energi Berkeadilan Perlu Langkah Stratejik dan Kolaborasi Multi Pihak PLTU Cirebon-1 Batal Pensiun Dini, Pemerintah Cari Alternatif yang Lebih Tua PLN IP Perkuat Transisi Energi Lewat Digitalisasi Biomassa Berbasis Marketplace IPB Dorong Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit Lewat Kriya Limbah Kayu, Sandiaga Bangun Kemandirian Warga Jepara Keluarga Almarhum Mitra Kerja PLTU Ketapang Terima Santunan Rekomendasi Pezeshkian pada Macron: Eropa Bisa Dorong AS Patuhi Hukum Internasional Arab Saudi Desak AS Kembali ke Perundingan Iran saat Rute Minyak Lainnya Terancam Aksi Cepat Guru di Limapuluh Kota: TKA Digelar di Bukit demi Sinyal Internet Selengkapnya Prabowo dan Macron akan Bertemu di Istana Elysee Jaksa Agung Mutasi Dirtut Jampidsus hingga 14 Kajati, Ini Namanya Prabowo Terima Kasih ke Putin Bantu Indonesia Masuk BRICS Berita Terkini Selengkapnya Pertamina Patra Niaga Tegaskan Informasi Pendaftaran Pangkalan LPG Berbayar Hoaks Perkuat Posisi Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional Bergengsi di Hong Kong Xi Jinping: Tatanan Dunia Runtuh, Ancam Stabilitas Global Kendalikan Limbah PLTU, IWIP Ubah Fly Ash Jadi Bahan Konstruksi Saling Ancam AS-Iran di Selat Hormuz, Rupiah Sentuh Level Terlemah Baru ke Rp17.127 IPOT Relakan Teknologi Kelas Institusinya Dipakai Nasabah Broker Lain Selengkapnya Rihlah Mudik, Merawat Tradisi Anak-anak Dilarang Main Medsos, Efektifkah? Terpopuler 1 Hindari Selat Hormuz, Pelabuhan Mauritius Alami Lonjakan Kapal hingga 42% 2 AS Ancam Blokir Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Diramal Tembus USD150 per Barel 3 Mengapa Harga BBM di AS Tetap Mahal hingga Tembus Rp100 Ribu meski Produksi Melimpah? Ini Sebabnya 4 Sistem Tol Selat Hormuz Iran Tantang Hegemoni Petrodolar di Tengah Lonjakan Inflasi AS 5 Harta Karun Venezuela Diangkut, AS Mulai Kehabisan Stok BBM? Infografis 5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026 Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *