Optimalisasi Limbah Sawit Mampu Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Optimalisasi Limbah Sawit Mampu Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional Nanang Wijayanto Minggu, 12 April 2026 – 09:32 WIBloading… Optimalisasi pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit dinilai dapat menjadi strategi nyata untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap pupuk kimia impor. FOTO/dok.SindoNews A A A JAKARTA – Optimalisasi pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) dinilai dapat menjadi strategi nyata untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap pupuk kimia impor sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional. LCPKS seharusnya tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber nutrisi strategis yang dapat dikembalikan ke sistem produksi pertanian.Pakar ilmu tanah dari IPB University, Dr. Basuki Sumawinata, mengungkapkan, dengan produksi 50 juta ton minyak sawit, Indonesia menghasilkan sekitar 100 juta ton LCPKS per tahun dengan nilai Biological Oxygen Demand (BOD) rata-rata 25.000 ppm. BOD merupakan ukuran jumlah oksigen terlarut yang digunakan oleh mikroorganisme dalam penguraian bahan organik. “Jika dikelola dengan pendekatan ilmiah yang tepat, limbah tersebut berpotensi menggantikan sebagian kebutuhan pupuk kimia yang selama ini masih bergantung pada impor. LCPKS mengandung unsur hara lengkap seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium hingga unsur mikro. Ini adalah sumber nutrisi alami yang nilainya sangat besar bagi kebun sawit,” ujar Basuki dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).Baca Juga: Peneliti UI: Implementasi Biodiesel B50 Perlu Penguatan Produksi Sawit di Sektor Hulu Basuki menjelaskan bahwa kandungan bahan organik yang tinggi menjadikan LCPKS sebagai sumber karbon organik utama bagi tanah. Tanpa bahan organik yang cukup, tanah kehilangan daya dukung biologisnya dan produktivitas kebun dalam jangka panjang akan menurun. Akibatnya, petani maupun perusahaan perkebunan semakin bergantung pada pupuk kimia. Halaman :123 Lihat Juga : Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp144 Triliun Implementasi Biodiesel B50 Tak Cukup dengan Kapasitas Produksi, Sistem Pendanaan Harus Diperkuat Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! limbah sawit ekonomi indonesia industri sawit Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp144 Triliun Implementasi Biodiesel B50 Tak Cukup dengan Kapasitas Produksi, Sistem Pendanaan Harus Diperkuat Jaga Keberlanjutan Industri Sawit, 3 Serangga Penyerbuk Baru Diintroduksi Peneliti UI: Implementasi Biodiesel B50 Perlu Penguatan Produksi Sawit di Sektor Hulu Indonesia Pilih Aspal Buton Ketimbang Impor, Bisa Hemat Rp4 Triliun Tak Ada Pilihan Lain, Negara-negara Asia Berebut Minyak dari Rusia Indonesia Pimpin Kecaman Dunia atas Serangan Brutal Israel terhadap Pasukan UNIFIL BPDP Lokomotif Pelatihan dan Pengembangan SDM Sawit Nasional ITS Kembangkan Bensin Sawit Rendah Emisi, Solusi Krisis BBM Rekomendasi OTT Bupati Tulungagung, Eks Penyidik KPK: Mereka Mengganggap Penindakan Random, Kenyataannya Sekarang Kena Perundingan Gagal, AS-Israel dan Iran Akan Perang Lagi? Anas dan 20 Kader Mundur, PKN Fokus Regenerasi dan Konsolidasi Selengkapnya Trump: China Hadapi Masalah Besar Jika Kirim Senjata ke Iran Perundingan Gagal, AS-Israel dan Iran Akan Perang Lagi? Bupati Gatut Sunu Pakai Uang Pemerasan untuk Beli Sepatu dan…. Berita Terkini Selengkapnya Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp144 Triliun Ekosistem Digital Dorong Kreator Lokal Tembus Pasar Global Emas Antam Stagnan, Cek Daftar Harga Terbaru Hari Ini Jaga Standar Lingkungan, Adaro Kembali Sabet Proper Emas dari KLH Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Distribusi LPG lewat STS Kalbut Optimalisasi Limbah Sawit Mampu Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional Selengkapnya Rihlah Mudik, Merawat Tradisi Anak-anak Dilarang Main Medsos, Efektifkah? Terpopuler 1 Menakar Risiko Besar Menahan Harga BBM Terlalu Lama: Beban Fiskal Makin Berat 2 Kadin Institute: Program MBG Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru di Daerah 3 Serangan Iran Pangkas Produksi Minyak Saudi 600.000 Barel per Hari 4 Daftar 10 Saham Paling Cuan hingga Boncos di Tengah Lonjakan IHSG Sepekan 6,14% 5 Hindari Timur Tengah, 40% Kapal Global Kini Isi BBM di Bunker Mauritius Infografis 7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
Optimalisasi Limbah Sawit Mampu Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional
