Bos Raksasa Properti China Evergrande Akui Lakukan Penipuan dan Suap

Bos Raksasa Properti China Evergrande Akui Lakukan Penipuan dan Suap login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Bisnis Bos Raksasa Properti China Evergrande Akui Lakukan Penipuan dan Suap CNN Indonesia Selasa, 14 Apr 2026 18:36 WIB Bagikan: url telah tercopy Pendiri raksasa properti China Evergrande Group, Hui Ka Yan, mengaku bersalah atas penipuan penggalangan dana publik dan suap, dalam persidangan. (Foto: AFP/PETER PARKS) Jakarta, CNN Indonesia — Pendiri raksasa properti China Evergrande Group, Hui Ka Yan, mengaku bersalah atas sejumlah dakwaan, termasuk penipuan penggalangan dana publik dan suap, dalam persidangan.Pengakuan tersebut disampaikan dalam sidang yang berlangsung selama dua hari, sekitar tiga tahun setelah Hui berada di bawah pengawasan aparat atas dugaan aktivitas kriminal.”Kami mencatat bahwa terdakwa mengaku bersalah di pengadilan dan menyampaikan penyesalan,” tulis laporan media pemerintah China, Xinhua, pada Selasa (14/4). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Hui didakwa atas berbagai pelanggaran, mulai dari penyerapan dana publik secara ilegal, penipuan penggalangan dana, hingga penerbitan sekuritas secara curang. Ia juga disebut terlibat dalam praktik suap, penggelapan, serta pemberian pinjaman secara tidak sah.Lihat Juga :Survei Apindo: 67 Persen Perusahaan Ogah Rekrut Karyawan Baru Hui, yang pernah menjadi orang terkaya kedua di Asia, merupakan salah satu konglomerat yang terseret dalam gelombang pengetatan pemerintah China terhadap sektor swasta.Dalam pernyataan terakhirnya di pengadilan, Hui menyatakan penyesalan atas perbuatannya. Namun, belum ada rincian lebih lanjut terkait putusan hukuman yang akan dijatuhkan dalam kasus tersebut.[Gambas:Youtube]Kasus ini menjadi babak penting dalam kejatuhan Evergrande Group, pengembang properti dengan utang tertinggi di dunia melebihi US$300 miliar.Runtuhnya Evergrande pada 2021 disebut sebagai salah satu pemicu utama krisis di sektor properti China, yang hingga kini masih mengalami tekanan.Dampaknya juga dirasakan luas, mulai dari investor obligasi global hingga perbankan domestik yang menanggung kerugian miliaran dolar. (lau/pta) Add as a preferred source on Google Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT evergrande china evergrande group hui ka yan properti china evergrande bangkrut ARTIKEL TERKAIT Terlilit Utang Rp4.800 T, Raksasa China Evergrande Delisting Saham Hong Kong Selidiki Kantor Akuntan Kenamaan PwC di Kasus Evergrande REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG Add as a preferred source on Google TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *